Right Button

test banner Selamat Datang di Website Resmi Portal Berita Online MINTO POST

Libur Imlek 14–17 Februari 2026, Reza Shahab Kawal Layanan KAI Sumbar Tetap Aman, Nyaman, dan Humanis


PADANG, SUMATERA BARAT | Libur panjang Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili menghadirkan denyut berbeda di berbagai simpul transportasi di Sumatera Barat. Di tengah arus mobilitas masyarakat yang meningkat sejak 14 hingga 17 Februari 2026, kereta api kembali menjadi pilihan utama, menghadirkan perjalanan yang bukan hanya efisien, tetapi juga penuh sentuhan perayaan.

Sejak pagi, suasana di Stasiun Padang terasa lebih semarak dari biasanya. Ornamen merah dan emas menghiasi sudut ruang tunggu, loket, hingga area keberangkatan. Warna-warna khas Imlek itu memantulkan cahaya hangat, menyambut para penumpang yang datang dengan wajah penuh antusiasme.

Momentum ini dimaksimalkan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui Divisi Regional II Sumatera Barat dengan menghadirkan pengalaman perjalanan yang berbeda dari hari-hari biasa. Perayaan tidak sekadar simbolik, melainkan dihadirkan dalam bentuk pelayanan yang lebih personal dan penuh apresiasi.

Kepala Humas Divre II Sumbar, Reza Shahab, menjadi figur sentral dalam memastikan seluruh rangkaian layanan berjalan optimal. Ia menegaskan bahwa tingginya mobilitas saat libur panjang harus dijawab dengan kesiapan operasional yang matang tanpa mengurangi kualitas pelayanan.

Sebanyak 112 perjalanan KA lokal dioperasikan selama periode tersebut. Total kapasitas yang disediakan mencapai 31.168 tempat duduk, atau rata-rata 7.792 kursi per hari. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan kesiapan perusahaan dalam menjawab lonjakan kebutuhan transportasi masyarakat.

Hingga 17 Februari 2026, sebanyak 30.896 tiket telah terjual. Tingkat okupansi menembus 99,2 persen, mendekati kapasitas penuh. Fakta ini menunjukkan betapa kuatnya kepercayaan publik terhadap kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, dan tepat waktu.

Di tengah euforia Imlek, Reza Shahab menekankan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Seluruh aspek operasional, mulai dari kesiapan sarana, prasarana, hingga petugas di lapangan, dipastikan dalam kondisi optimal agar perjalanan berlangsung tanpa hambatan berarti.

Tidak hanya mengandalkan kekuatan teknis, KAI Divre II Sumbar juga menghadirkan sentuhan emosional. Souvenir dibagikan kepada pelanggan di stasiun maupun di atas kereta. Senyum para penumpang saat menerima bingkisan menjadi gambaran sederhana bahwa pelayanan publik dapat dikemas dengan kehangatan.

Para petugas frontline tampil dengan dresscode bertema Imlek. Busana bernuansa merah mempertegas semangat perayaan tanpa meninggalkan kesan profesional. Interaksi antara petugas dan pelanggan terasa lebih cair, menciptakan suasana akrab sepanjang perjalanan.

Reza Shahab menyebut bahwa perjalanan kereta bukan semata perpindahan dari satu titik ke titik lain. Di dalamnya ada cerita keluarga yang pulang kampung, sahabat yang bertemu kembali, hingga wisatawan yang menjelajah destinasi baru di Sumbar.

Lonjakan okupansi yang hampir menyentuh angka sempurna menjadi indikator kuat bahwa kereta api masih menjadi primadona. Ketepatan waktu, kenyamanan kabin, serta kemudahan akses pemesanan tiket menjadi faktor utama yang menjaga loyalitas pelanggan.

Untuk mengantisipasi kepadatan, masyarakat diimbau melakukan pemesanan melalui aplikasi resmi maupun kanal penjualan yang tersedia. Tiket go-show tetap dilayani di loket stasiun mulai tiga jam sebelum keberangkatan, memberi peluang bagi pelanggan yang merencanakan perjalanan secara mendadak.

Di balik angka-angka keberhasilan itu, terdapat kerja kolektif yang senyap namun konsisten. Pemeriksaan rutin sarana, pengawasan jalur, hingga koordinasi internal dilakukan intensif demi memastikan tidak ada celah yang mengganggu perjalanan.

Reza Shahab kembali menegaskan bahwa profesionalisme tidak boleh luntur meski suasana perayaan berlangsung meriah. Standar keselamatan, keamanan, dan pelayanan harus tetap berada pada level tertinggi, terutama ketika volume penumpang meningkat signifikan.

Semarak Imlek di lingkungan KAI Divre II Sumbar akhirnya menjadi lebih dari sekadar dekorasi. Ia menjelma menjadi simbol kebersamaan, rasa terima kasih kepada pelanggan, serta komitmen menghadirkan layanan publik yang modern dan humanis.

Di tengah kilau merah dan emas yang menghiasi stasiun, perjalanan kereta di Sumatera Barat selama libur panjang ini menjadi saksi bahwa pelayanan yang tulus dan profesional mampu membangun kepercayaan. Kepercayaan itulah yang membuat hampir seluruh kursi terisi, dan menjadikan rel-rel di Ranah Minang tetap hidup oleh semangat kebersamaan.

Andri HD

Posting Komentar

0 Komentar